ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji transformasi digital pelayanan publik di Kota Makassar dengan fokus efektivitas layanan berbasis aplikasi. Tujuan penelitian adalah menilai persepsi masyarakat dan kinerja aparatur setelah implementasi sistem digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam dan studi dokumen. Hasil menunjukkan percepatan proses administrasi dan peningkatan transparansi, meski masih terdapat kendala literasi digital. Kesimpulannya, digitalisasi meningkatkan aksesibilitas layanan publik apabila didukung pelatihan dan infrastruktur.
KATA KUNCI
transformasi digital; pelayanan publik; Makassar; e-government
ABSTRACT
This study examines digital transformation of public services in Makassar, focusing on the effectiveness of app-based services. A qualitative descriptive approach was used through interviews and document study. Findings indicate faster administrative processes and improved transparency, alongside persistent digital literacy gaps. Digitalization enhances public service accessibility when supported by training and infrastructure.
KEYWORDS
digital transformation; public service; Makassar; e-government
PENDAHULUAN
Teknologi informasi menjadi instrumen penting dalam peningkatan kualitas layanan publik di era modern.
METODE PENELITIAN
Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan lokasi Kota Makassar pada tahun 2025.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Implementasi layanan digital
Implementasi aplikasi mempercepat proses administrasi dan mengurangi antrean di loket.
B. Tantangan adopsi teknologi
Sebagian pengguna masih memerlukan pendampingan untuk memanfaatkan layanan secara mandiri.
KESIMPULAN
Digitalisasi meningkatkan aksesibilitas layanan publik bila disertai edukasi dan dukungan teknis berkelanjutan.
DAFTAR PUSTAKA
Contoh, A. (2026). Pelayanan Publik Digital. Jurnal Administrasi Publik, 12(1), 45–58. https://doi.org/10.0000/example