Alih Fungsi Jalur Pedestrian Kota Makassar
Keywords:
Alih Fungsi Jalur Pedesterian; Pola Prilaku; Pola Pemanfaatan.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perilaku pengguna jalur pejalan kaki di Makassar, pola pemanfaatan jalur pejalan kaki di Makassar, penyebab jalur pejalan kaki di Makassar beralih fungsi. Penelitian ini dilakukan pada jalur pedestrian pada beberapa fungsi bangunan antara lain bangunan perkantoran, mall, rumah toko, hotel dan rumah sakit yang berada di Jalan Dr. Ratulangi dan Jl. Jenderal Sudirman sebagai pusat kota Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey lapangan dengan mewawancarai pengguna jalur pedestrian sebagai responden di lokasi dengan fungsi bangunan yang berbeda. Analisis data menggunakan metode Spradley dan Wijaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode non-probability sampling, yaitu accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur pedestrian jika dilihat dari segi fungsinya sudah tidak sesuai lagi dengan fungsi utamanya. Jalur pedestrian mengalami perubahan fungsi utama sebagai jalur pejalan kaki karena pemilik bangunan setiap fungsi bangunan memanfaatkan jalur pedestrian sehingga mengubah pola perilaku pejalan kaki.
References
Bentley, Ian, et al, 1985. Responsive Environment, A Manual For Designers, The Architectural Press.
Gideon, G, 1977. Sarana Transportasi yang menghubungkan antara Fungsi Kawasan Satu dengan Yang Lain terutama Kawasan Perdagangan.
Lang, 1994, Kaitan Antara Asal Dan Tujuan Pergerakan Orang.
Shirvani, H, 1985. Urban Design Process. Penerbit Vannostrand Reinhold Company, New York
Rubenstein, Harvey M. 1987 Central City Mall, a Wiley Intercience Publication, New York and urban spaces, New York.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor. 3 Tahun 2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Pekotaan.
Joedo, G.M, 1997. Pedagang Cenderung Memilih Lokasi Berjualan Pada Kawasan Yang Ramai, Ruang Yang Luas, Jalur Utama Pengunjung Dan Sering Dilalui Masyarakat Dalam Jumlah Besar.
Helmi, 1995 :7. Adanya Perbedaan Lokasi Dimana Tinggal Dan Berkembang Akan Menghasilkan Perilaku Yang Berbeda.
Kaputra, Iswan, Amrin Banjarnahor, Armansyah Matondang, Feri Nofirman Tanjung, dan Ali Muda Dalimunthe, 2013. Dampak Otonomi Daerah Di Indonesia: Merangkai Sejarah Politik Dan Pemerintahan Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Mantra, 2004. Metode Kualitatif Sebagai Prosedur Penelitian Yang Menghasilkan Data Deskriptif Noeng Muhadjir,2000.MetodePenelitianKualitatif,edisiIV(Yogyakarta: RakeSarasin,2000).Spradley, P.J, 1980. Urutan kegiatan dalam Developmental Research Sequence.





